Featured Posts

1 2 3

2011/11/28

Demi Kekasih Tercinta, Remaja Buat iPad Sendiri


 California - Saking mencintai kekasihnya, seorang remaja rela membuatkan PC tablet sendiri untuk diberikan kepada kekasihnya.
Seperti yang dikutip dari Cnet, Wei Xinlong, seorang mahasiswa dari Northeast Normal University di Changchun, ingin membuat pacarnya Sun Shasha bahagia, karena ia tahu bahwa kekasihnya tersebut sangat mendambakan sebuah iPad, maka ia pun membuat iPad sendiri.
Xinlong mencari refrensi di internet, mengenai cara membuat tablet, dan membeli sendiri komponen-komponennya seperti layar sentuhnya, baterai motherboard, memory, dan lain-lain, lalu merakitnya sendiri. "Tablet ini bisa mengunduh, menonton film, dan bermain game, hanya dengan menyentuh layarnya," jelas Xinlong.
Meski tablet yang dibuat oleh Xinlong memakai OS Windows 7, tapi terpampang logo Apple di dalamnya, sesuatu yang mungkin bisa menimbulkan maslah hukum ke depannya.
Biaya total yang dikeluarkan oleh Xinlong untuk pembuatan tabletnya adalah sebesar 800 Yuan, atau sekira USD125 (Rp1,1 juta). "Ini merupakan hadiah terbaik yang pernah saya dapat. Sya akan menyimpannya selamanya," ujar sang pacar, Sun Sasha.
read more

Alasan Mengapa Ponsel Android HTC Mahal


Pihak HTC akhirnya menjelaskan mengapa ponsel OS Android besutan terasa mahal dan hanya mengincar segmentasi high-end saja. Mau tahu?
Agus Sugiharto, HTC Country Manager Indonesia, mengatakan bahwa faktor mahalnya biaya RnD (research and development) dan penawaran pengalaman yang lebih ke penggunalah, yang membuat banyak ponsel Android HTC mahal.
"HTC itu berusaha memberikan solusi dan pengalaman lebih ke pengguna, hal itulah yang membuat banyak handset kami mahal, karena sesuatu yang lebih itu tidaklah murah," jelas Agus di Jakarta, Kamis (24/11/2011).
"Selain itu, kita semua tahu bahwa pengembangan itu sangat mahal, oleh karena itu kami banyak mengarahkan produk kami ke segmentasi high-end," tambahnya.
Saat ini Android merupakan platform OS gadget paling populer di dunia, maupun Indonesia. Bahkan saat ini pula sudah banyak vendor ponsel lokal yang menggunakan OS Android ke dalam handset mereka, sehingga Android pun banyak dijuluki sebagai 'OS ponsel rakyat'. Namun HTC sendiri masih menjual perangkat mereka rata-rata di atas kisaran Rp3 juta.
read more

Samsung Proyeksi Mini-Tabletnya Laku 2 Juta Unit


Seoul - Mini-tablet atau ponsel-tablet Galaxy Note yang baru saja diluncurkan oleh Samsung, diproyeksikan bisa terjual hingga dua juta unit.
Pihak Samsung Electronics asal Korea Selatan tersebut hari ini resmi meluncurkan perangkat teranyar Galaxy dengan OS Android tersebut.
Pihak Samsung pun mengatakan bahwa mereka berharap bisa menjual sebanyak dua juta unit untuk Galaxy Note. Demikian seperti yang dikutip dari ST.
Untuk saat ini perusahaan asal Korea Selatan tersebut belum memiliki ramalan penjualan untuk Galaxy Note, yang mana saat ini sudah tersedia di beberapa negara.
Galaxy Note, yang memiliki layar 5,3 inci (13,5 cm) tersebut, disandingkan di tengah-tengah jajaran ponsel Galaxy dan tablet PC Galaxy Tab.
Ponsel-tablet Galaxy Note, memiliki layar lebih besar dari smartphone, namun lebih kecil dari PC tablet. Langkah yang diambil oleh Samsung ini dilihat oleh para pengamat sebagai upaya menggabungkan pasar pengguna dari tablet dan smartphone. 
read more

2011/11/24

Ultrabook Takkan Bunuh Notebook dan Tablet


KOMPAS.com — Acer memperkenalkan Ultrabook Acer Aspire S3, Rabu (28/9/2011), yang merupakan produk ultrabook pertama di Indonesia. Produk ini memadukan keunggulan yang dimiliki notebook dan tablet, yakni performa yang andal dan fleksibilitas dalam penggunaan.
Meski memadukan keunggulan notebook dan tablet, pihak Acer mengatakan bahwa ultrabook takkan membunuh pasar notebook dan tablet yang sudah ada saat ini. Kehadiran ultrabook hanya sebuah respons terhadap kebutuhan pasar dan upaya Acer memenuhi kebutuhan pengguna.
"Ini takkan menggantikan tablet. Kita mau menghasilkan produk untuk user sesuai kebutuhan mereka. Kita ingin punya banyak kategori produk, jadi nanti orang tinggal memilih yang sesuai," kata David Lee, Associate Vice President of Mobile Business Computing Unit Acer Inc.
David menegaskan bahwa masing-masing produk punya segmen yang berbeda. Notebook mungkin cocok bagi orang yang banyak bekerja di belakang meja, sedangkan tablet cocok bagi pengguna mobile dengan aktivitas sederhana. Ultrabook mencukupi kebutuhan pengguna mobiledengan aktivitas lebih.
Dikatakan pula bahwa ultrabook bukan saingan dari produk netbook. Ultrabook lebih difokuskan pada segmen pengguna profesional muda dengan mobilitas yang tinggi. Sementara netbook lebih difokuskan pada early adopter, seperti ibu rumah tangga dan pelajar.
"Kesimpulannya, ini compliment untuk user. Kita cuma bawa kelebihan yang ada di notebook dan tablet. User mau apa, kita kembangkan untuk mereka," Jason Lim, Country Manager Acer Group Indonesia, dalam wawancara khusus hari ini di Jakarta.
Dengan adanya ultrabook, pengguna yang menginginkan keandalan notebook dan fleksibilitas penggunaan seperti tablet tak perlu menghabiskan uang untuk membeli keduanya. Dengan ultrabook, semua fitur sudah terpenuhi, kecuali touchscreen.
Acer Aspire S3 memiliki fitur utama Instant On yang bisa menyalakan ultrabook hanya dalam 1,5 detik dari kondisi sleep dan 6 detik dari kondisi deep sleep. Terdapat pula fitur Instant Connect yang mampu menghubungkan ke internet dalam 4 detik saja.
Produk ultrabook ini rencananya akan dijual di Indonesia dengan harga Rp 7 juta-an mulai Oktober mendatang. Untuk gelombang pertama, sebanyak 300.000 unit produk akan dikirimkan. Acer percaya, Indonesia adalah pasar potensial untuk produk ini.
read more

ASUS Pasarkan Laptop "Mirip" MacBook Air


KOMPAS.com - Dengan tujuan mematahkan dominasi MacBook Air di pasar laptop ultraportable, ASUS meluncurkan laptop super tipis, ZenBook, Rabu (12/10/2011).
ASUS ZenBook tersedia dalam dua model dengan ukuran layar 11,6 inci dan 13,3 inci. Spesifikasi standar notebook ini  adalah dilengkapi dengan media penyimpan hybrid solid state drive (SSD) sebesar 128 GB dan prosesor Intel i5 (tersedia juga opsi upgrade ke Intel i7). Zenbook menggunakan sistem operasi Microsoft, Windows 7 dan merupakan bagian dari Intel "Ultrabook", dengan ketebalan kurang dari satu inci dan kisaran harga 1000 dolar AS.
Dengan ketebalan hanya 0,11 inci (3mm) di bagian tertipis dan 0,35 inci (9mm) pada bagian paling tebal, ASUS mengklaim Zenbook adalah laptop tertipis yang tersedia di pasar saat ini (MacBook Air pada bagian paling tebal, 0,68 inci). Zenbook model UX21 memiliki bobot sekitar 1,1 kg dan UX31, dengan ukuran layar 13,3 inci, memiliki bobot sekitar 1,29 kg. Bila dibanding MacBook Air dengan ukuran layar yang sama, bobot UX21 sedikit lebih berat dan UX31 sedikit lebih ringan.
Debut MacBook Air di 2008 memang berdampak pada perubahan market share notebook dunia. Dengan bobot yang sangat ringan dan lebar layar 11 sampai 13 inci, serta jauh lebih powerful dibanding netbook - yang juga ringan namun dengan spesifikasi rendah, MacBook Air langsung menjadi primadona.
Sejak kemunculannya, MacBook Air hampir bisa disebut tidak mempunyai saingan berarti. Tahun 2011 ini barulah bermunculan produk-produk yang "mirip" MacBook Air, dari para kompetitornya, seperti Acer Aspire S3 dan ASUS ZenBook ini.
Feature andalan ZenBook adalah "Instant On", yang memangkas waktu boot dari mode standby menjadi dua detik saja dan daya tahan baterainya yang bisa bertahan dua minggu saat standby.
ZenBook akan dipasarkan mulai harga 999 dolar AS untuk model UX21 dan 1099 dolar AS untuk model UX31.
read more

Ultrabook Siap Saingi Tablet pada 2015


KOMPAS.com — Laptop supertipis atau lebih dikenal dengan Ultrabook akan mengambil lebih dari 40 persen pasar laptop pada 2015 mendatang. Ke depannya, Ultrabook digadang sebagai ujung tombak produk laptop untuk bersaing dengan tablet-tablet Android dan iPad. Seperti yang kita ketahui, penjualan laptop semakin tergerus akibat membanjirnya produk tablet, seperti iPad, Samsung Galaxy Tab, dan HTC Flyer.
Hasil riset bertajuk "Ultrabooks to Deliver Ultrafast Growth" yang dilakukan iSuppli menyebutkan laptop supertipis ini ini akan menguasai pasar laptop tahun 2014 sebesar 43 persen.
Saat ini, Ultrabook yang berbasis Windows 7 dari vendor, seperti Acer dan Asus, masih harus bersaing keras dengan MacBook Air besutan Apple. Namun, nantinya dengan desain baru berbasis Windows 8 dan prosesor Intel termutakhir diharapkan Ultrabook dapat menarik perhatian para pengguna laptop.
Sebelum 2015, pertumbuhan Ultrabook diperkirakan akan meningkat dari 2 persen pada tahun 2011 menjadi 13 persen pada tahun 2012, kemudian akan naik di bawah 30 persen pada tahun 2013.
Intel sendiri, awal tahun ini, membuat prediksi yang "sangat optimistis" dengan menyebutkan pasar Ultrabook akan naik jadi 40 persen pada 2012 nanti. Prediksi Intel tak sesuai dengan perkiraan dari iSuppli dan pernyataan dari Acer dan Asus bulan lalu.
Seorang analis dari iSuppli menyebutkan, agar dapat bersaing dengan produk tablet dan kembali dilirik konsumen, notebook harus didesain lebih seksi dan menarik. Saat ini, konsumen lebih memilih tablet karena lebih ringan, tipis, dan hampir semua fungsi laptop ada di tablet.
Selain itu, harga Ultrabook harus ditekan lagi, analis iSupli tersebut menambahkan. Acer bulan lalu merilis Ultrabook dengan harga mulai 799 dollar AS. Harga ini masih terlalu mahal dan belum terjangkau untuk sebagian besar konsumen.
Harga ideal untuk Ultrabook adalah di kisaran 699 dollar AS atau mungkin 599 dollar AS untuk lebih menggenjot jumlah penjualan, kata seorang analis dari Gap Intelligence.
read more

Bekerja dan Bermain Bersama Acer Aspire S3


KOMPAS.com - Untuk pengguna notebook yang superaktif dan selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain, membawa ultrabook yang lebih tipis dan lebih ringan adalah pilihan. Namun, tipis dan ringan saja tidak cukup. Pemilihan desain, warna, dan bahan juga tentu menjadi perhatian.
Acer Aspire S3 yang diklaim sebagai ultrabook pertama yang ada di pasaran ini, bisa jadi bahan pertimbangan untuk menemani Anda bekerja dan beraktifitas. KOMPAS Teknomenguji ultrabook buatan Acer, Aspire S3 selama sepuluh hari untuk bekerja, ber-Internet, dan bermain. Berikut hasilnya.
Desain Bagian luar Acer Aspire S3 Ultrabook terbuat dari magnesium dan alumunium yang membuat ultrabook ini kokoh meskipun tipis. Warna silver yang dipilih, membuat ultrabook ini tampak elegan dibawa kemanapun, bahkan di cafe dengan cahaya yang redup, ultrabook ini masih tetap terlihat elegan.
Dengan berat hanya 1,3 kilogram, ketebalan 13 milimeter, ultrabook ini bisa digunakan sambil berdiri atau dipangku. Saat terburu-buru, ultrabook ini bisa dinyalakan sambil berdiri. Untuk sekadar mengecek e-mail atau membaca dokumen, ultrabook ini cukup ringan dipakai sambil berdiri. Saat dipangku juga tidak terasa panas di pangkuan untuk pemakaian di bawah satu jam.
Tombol keyboard-nya sangat tipis sehingga tidak menimbulkan bunyi setiap kali mengetik, membuat jari seperti menari.
Performa Acer Aspire S3 Ultrabook menggunakan prosesor Intel Core i5-2467M berkecepatan 1,60 GHz, dengan RAM 4 GB. Hal ini yang membuat performanya tidak berat meskipun pengguna sedang melakukan streaming Youtube, sambil Twitter-an menggunakan aplikasi Tweetdeck, juga membuka e-mail dan browsing Internet. Dengan dengan adanya feature Instant On, menyalakan ultrabook ini hanya membutuhkan waktu 10 detik. Untuk terkoneksi dengan WiFi yang tersedia, hanya membutuhkan waktu 5 detik.
Lalu, KOMPAS Tekno mencoba memindahkan data sebesar 1,47 GB dari USB Flashdisk ke Aspire S3 melalui port USB 2.0 dan membutuhkan waktu kurang dari 5 menit.
Pendingin Otomatis dan Penghemat Baterai Ultrabook ini memiliki saluran pembuang panas di bagian belakang sehingga panas direduksi secara otomatis dan keluar dari sisi belakang. Hal ini yang membuat ultrabook ini aman meski diletakkan di paha. Ada pula teknologi penghemat baterai yang memungkinkan layar meredup ketika tombol keyboard dan touchpad tidak disentuh selama lima menit.
Baterai-nya bisa bertahan selama 5 jam 35 menit dengan pemakaian WiFi aktif dan mencoba membuka 12 tab browser Firefox sekaligus. Bahkan, KOMPAS Tekno sempat menggunakan ultrabook ini selama 24 jam secara bergantian,  dalam kondisi di-charge dan dilepas saat baterai penuh. Ultrabook ini tetap tidak panas dan tidak berkurang performanya. Untuk men-chargebaterai sampai penuh membutuhkan waktu 2 jam.
Perangkat Lunak Unggulan Terdapat perangkat lunak pre-installed, seperti McAfee Internet Security, Acer Games, yang bisa digunakan gratis selama beberapa hari dan bisa di-install dalamfull version jika sudah melakukan pendaftaran secara online. Acer Games misalnya, terdiri dari beberapa game yang diperuntukkan bagi casual gamer, dengan tingkat tantangan yang ringan namun membutuhkan kejelian dan kecepatan.
Pengguna ultrabook ini bisa mencoba puluhan game selama tiga kali untuk masing-masing game, setelah itu harus mendaftar secara online. Lalu, ada fitur Clear.fi yang dibangun Acer, memungkinkan pengguna bisa melakukan share foto, musik, dan video dari hard disk ultrabook langsung ke situs jejaring sosial maupun Youtube dengan hanya menggunakan satu aplikasi.
read more
Blogger Template by Clairvo