TOKYO - Kendati demam Android sudah melanda di seluruh dunia secara luas, namun tidak demikian dengan pasar Jepang. Awalnya Android kurang populer di Jepang.
Namun, berkat Samsung Galaxy S, jumlah pengguna Android di Negeri 'Matahari Terbit' itu mulai bersinar dengan peningkatan dari 435.000 pada bulan Juni tahun lalu menjadi 2,2 juta pada akhir tahun ini.
Namun menurut angka-angka dari comScore, selama periode waktu yang sama selama 6 bulan, pengguna iPhone di Jepang meningkat 2.56 juta sampai 3.79 juta. Hal ini membuat Android menutup kesenjangan dengan iPhone sekitar 540.000 pengguna dalam 6 bulan terakhir tahun lalu.
Dikutip Phone Arena, Senin (28/2/2011), Apple iPhone baru saja berhasil masuk ke 5 ponsel teratas di Jepang. Secara tradisional, negara tersebut lebih menyukai ponsel fitur ketimbang smartphone.
Meskipun jumlah pengguna smartphone di Jepang tumbuh pada tingkat 33,5 persen selama kuartal terakhir tahun 2010, yang membawa jumlah pengguna smartphone Jepang hingga hanya 6,9 persen yang berarti bahwa ada banyak ruang untuk kedua platform untuk membuat pangsanya di 2011.
Produsen ponsel top di Jepang sendiri adalah adalah Sharp dengan pangsa 18,8 persen. Menyusul Panasonic (16,6 persen), Fujitsu dengan sepotong 15,1 persen dari kue pasar. Kyocera adalah keempat dengan 12, persen, diikuti oleh Apple ddengan saham 12,2 persen.
read more
2011/03/01
TOKYO - Rumor yang menyatakan Sony akan membuat ponsel rasa konsol game PlayStation Portable rupanya bukan isapan jempol. Ponsel tersebut bernama Xperia Play.
Setelah berbulan-bulan keberadaannya diragukan, blog teknologi ternama bernama Engadget mengklaim telah mendapat preview eksklusif dari ponsel yang namanya masih diragukan itu.
Dilansir melalui Engadget, Kamis (27/1/2011), Sony Ericsson Xperia Play awalnya memiliki kode nama Zeus dengan sebutan nomor R800i. Menurut Engadget, Xperia Play ini memiliki Bluetooth SIG Certification namun wifi yang ada di dalamnya tidak berfungsi dengan baik. Mungkin karena perangkat yang digenggam Engadget ini baru purwarupa saja.
Dari sisi desain, Xperia Play memiliki ukuran yang lebih kecil ketimbang PlayStation Portable namun hampir sama dengan ukuran ponsel Sony Ericsson lainnya. Hanya saja saat foldernya digeser maka terlihatlah perpaduan PlayStation dan Sony Ericsson yang diusungnya.
Bagian atas dilengkapi layar sentuh berukuran empat inci dan diperkuat dengan layar Bravia Mobile Engine yang didukung resolusi sebesar 854x480 piksel. Bagian bawah layar ternyata dilengkapi dengan tombol manual. Namun bukan keypad telepon, melainkan tombol mirip konsol game PlayStation Portable.
Di dalamnya, Xperia Play dilengkapi dengan chipset Qualcomm MSM8655 1GHz dibarengi dengan chip grafis Adreno 205 untuk kenyamanan tampilan dalam bermain game. Kedua prosesor dan grafis itu menawarkan kecepatan yang cukup luar biasa dengan kapasitas RAM sebesar 512 MB untuk memperkuat kinerja sistem operasi yang dibenamkan, yaitu Android 2.3 Gingerbread.
Selain itu Xperia Play juga dilengkapi kamera berkapasitas 5 megapiksel dengan sensor gambar Exmor. Dengan demikian Xperia Play mampu merekam video dengan resolusi 800x480.
Xperia Play diharapkan dapat dipamerkan pada ajang Mobile World Congress 2011 yang mulai diadakan pada 14 Februari nanti. Untuk peluncuran resminya sendiri, Xperia Play dikabarkan baru akan diluncurkan Sony Ericsson pada September atau Oktober nanti read more
Setelah berbulan-bulan keberadaannya diragukan, blog teknologi ternama bernama Engadget mengklaim telah mendapat preview eksklusif dari ponsel yang namanya masih diragukan itu.
Dilansir melalui Engadget, Kamis (27/1/2011), Sony Ericsson Xperia Play awalnya memiliki kode nama Zeus dengan sebutan nomor R800i. Menurut Engadget, Xperia Play ini memiliki Bluetooth SIG Certification namun wifi yang ada di dalamnya tidak berfungsi dengan baik. Mungkin karena perangkat yang digenggam Engadget ini baru purwarupa saja.
Dari sisi desain, Xperia Play memiliki ukuran yang lebih kecil ketimbang PlayStation Portable namun hampir sama dengan ukuran ponsel Sony Ericsson lainnya. Hanya saja saat foldernya digeser maka terlihatlah perpaduan PlayStation dan Sony Ericsson yang diusungnya.
Bagian atas dilengkapi layar sentuh berukuran empat inci dan diperkuat dengan layar Bravia Mobile Engine yang didukung resolusi sebesar 854x480 piksel. Bagian bawah layar ternyata dilengkapi dengan tombol manual. Namun bukan keypad telepon, melainkan tombol mirip konsol game PlayStation Portable.
Di dalamnya, Xperia Play dilengkapi dengan chipset Qualcomm MSM8655 1GHz dibarengi dengan chip grafis Adreno 205 untuk kenyamanan tampilan dalam bermain game. Kedua prosesor dan grafis itu menawarkan kecepatan yang cukup luar biasa dengan kapasitas RAM sebesar 512 MB untuk memperkuat kinerja sistem operasi yang dibenamkan, yaitu Android 2.3 Gingerbread.
Selain itu Xperia Play juga dilengkapi kamera berkapasitas 5 megapiksel dengan sensor gambar Exmor. Dengan demikian Xperia Play mampu merekam video dengan resolusi 800x480.
Xperia Play diharapkan dapat dipamerkan pada ajang Mobile World Congress 2011 yang mulai diadakan pada 14 Februari nanti. Untuk peluncuran resminya sendiri, Xperia Play dikabarkan baru akan diluncurkan Sony Ericsson pada September atau Oktober nanti read more
LONDON - Setelah berbulan-bulan spekulasi, Sony akhirnya mengumumkan secara resmi tanggal peluncuran Sony Ericsson Xperia Play (dikenal sebagai PlayStation Phone), yakni pada tanggal 13 Februari.
Untuk meluncurkan ponsel PSP tersebut, Sony akan menggelar sebuah event tanggal 13 Februari di acara Mobile World Congress di Barcelona. Demikian seperti yang dikutip dari Neowin.net, Senin (7/2/2011).
Beberapa bocoran yang didapat oleh Engadget mengenai fitur-fitur yang ada Sony Ericsson Xperia Play, yaitu ponsel PS akan dipersenjatai dengan sistem operasi Android Gingerbread, layar LCD multi-touch 4 inci Multitouch dengan resolusi 854x480, kamera 5 megapixel dengan flash LED untuk HD video recording, Single core CPU & GPU, RAM 512MB, Micro SD, SIM dan slot USB mikro, Built-in WIFI, Bluetooth 2.1 with EDR, FM receiver dan transmitter.
Penampakan ponsel Xperia Play sendiri telah hadir beberapa pekan setelah pengumuman Playstation Portable 2, yang hadir dengan spesifikasi hardware yang lebih tinggi, seperti sebuah quad core CPU & GPU.
Sony juga mengumumkan di waktu yang bersamaan bahwa PlayStaion Store akan hadir untuk perangkat-perangkat Android akhir tahun ini, yang disebut dengan 'PlayStation Suite', perangkat ini membolehkan para pengembang untuk memindahkan game mereka ke PlayStation Store untuk diunduh oleh para pengguna Android. read more
Untuk meluncurkan ponsel PSP tersebut, Sony akan menggelar sebuah event tanggal 13 Februari di acara Mobile World Congress di Barcelona. Demikian seperti yang dikutip dari Neowin.net, Senin (7/2/2011).
Beberapa bocoran yang didapat oleh Engadget mengenai fitur-fitur yang ada Sony Ericsson Xperia Play, yaitu ponsel PS akan dipersenjatai dengan sistem operasi Android Gingerbread, layar LCD multi-touch 4 inci Multitouch dengan resolusi 854x480, kamera 5 megapixel dengan flash LED untuk HD video recording, Single core CPU & GPU, RAM 512MB, Micro SD, SIM dan slot USB mikro, Built-in WIFI, Bluetooth 2.1 with EDR, FM receiver dan transmitter.
Penampakan ponsel Xperia Play sendiri telah hadir beberapa pekan setelah pengumuman Playstation Portable 2, yang hadir dengan spesifikasi hardware yang lebih tinggi, seperti sebuah quad core CPU & GPU.
Sony juga mengumumkan di waktu yang bersamaan bahwa PlayStaion Store akan hadir untuk perangkat-perangkat Android akhir tahun ini, yang disebut dengan 'PlayStation Suite', perangkat ini membolehkan para pengembang untuk memindahkan game mereka ke PlayStation Store untuk diunduh oleh para pengguna Android. read more
SONY Ericsson memberikan kabar baik bagi para pengguna gadget di Tanah Air. Mulai Maret nanti, vendor asal Negeri Matahari Terbit ini akan mengguyur pasar dengan perangkat terbarunya, salah satunya Xperia PLAY,yakni smartphonedalam seri Xperia berbasis Android.
Xperia PLAY mengantarkan fungsi-fungsi smartphone yang dibutuhkan oleh pengguna yang berharap performa tinggi.Tentunya, dilengkapi dengan pengalaman bermain “mendalam” yang diinginkan oleh setiap gamer.
Dalam mode portrait, smartphone Android ini menawarkan segala keuntungan yang dapat diharapkan pada rangkaian smartphone Xperia dari Sony Ericsson dengan pengalaman hiburan terbaik di kelasnya. Kamera canggih 5 megapiksel (MP),layar multi-touch empat inci,dan fitur jaringan sosial yang lengkap.
Namun ketika kontrol game digeser keluar,pengguna akan memasuki dunia baru yang sarat mobile gaming.Game padgeser ini menampilkan D pad digital, dua touch pad analog,dua tombol bahu dan empat ikon PlayStation: circle,cross,square, dan triangle.Prosesor Snapdragon yang optimal dari Qualcomm dengan 1 Ghz CPU dan prosesor grafis Adreno GPU mengantarkan playback3D mobile gaming60fps dengan mulus.Sementara penelusuran halaman web-nya mengonsumsi tenaga minimal sehingga pengguna dapat menikmati baterai dan waktu bermain yang panjang.
Djunadi Satrio, Head of MarketingdariSonyEricssonmengatakan, ini merupakan momen yang sangat membanggakan untuk Sony Ericsson, di mana mereka mengantarkan sesuatu yang benar-benar revolusioner ke pasaran.“Kali ini Sony Ericsson mempersembahkan tambahan baru dalam jajaran ponsel Xperia berbasis Android.
Sesuai visi kami di bidang Communication Entertainment,Xperia PLAY akan mengubah pola pikir masyarakat mengenai smartphone dan mobile gaming selamanya,”ujar dia.
Xperia PLAY akan berjalan pada Gingerbread (versi 2.3), versi terbaru platform Android dari Google. Xperia PLAY juga akan menjadi perangkat besertifikasi PlayStation pertama. Artinya, Xperia PLAY akan mempunyai akses ke game PlayStation yang disediakan melalui inisiatif PlayStation Suite. (m iqbal/Seputar Indonesia). read more
Xperia PLAY mengantarkan fungsi-fungsi smartphone yang dibutuhkan oleh pengguna yang berharap performa tinggi.Tentunya, dilengkapi dengan pengalaman bermain “mendalam” yang diinginkan oleh setiap gamer.
Dalam mode portrait, smartphone Android ini menawarkan segala keuntungan yang dapat diharapkan pada rangkaian smartphone Xperia dari Sony Ericsson dengan pengalaman hiburan terbaik di kelasnya. Kamera canggih 5 megapiksel (MP),layar multi-touch empat inci,dan fitur jaringan sosial yang lengkap.
Namun ketika kontrol game digeser keluar,pengguna akan memasuki dunia baru yang sarat mobile gaming.Game padgeser ini menampilkan D pad digital, dua touch pad analog,dua tombol bahu dan empat ikon PlayStation: circle,cross,square, dan triangle.Prosesor Snapdragon yang optimal dari Qualcomm dengan 1 Ghz CPU dan prosesor grafis Adreno GPU mengantarkan playback3D mobile gaming60fps dengan mulus.Sementara penelusuran halaman web-nya mengonsumsi tenaga minimal sehingga pengguna dapat menikmati baterai dan waktu bermain yang panjang.
Djunadi Satrio, Head of MarketingdariSonyEricssonmengatakan, ini merupakan momen yang sangat membanggakan untuk Sony Ericsson, di mana mereka mengantarkan sesuatu yang benar-benar revolusioner ke pasaran.“Kali ini Sony Ericsson mempersembahkan tambahan baru dalam jajaran ponsel Xperia berbasis Android.
Sesuai visi kami di bidang Communication Entertainment,Xperia PLAY akan mengubah pola pikir masyarakat mengenai smartphone dan mobile gaming selamanya,”ujar dia.
Xperia PLAY akan berjalan pada Gingerbread (versi 2.3), versi terbaru platform Android dari Google. Xperia PLAY juga akan menjadi perangkat besertifikasi PlayStation pertama. Artinya, Xperia PLAY akan mempunyai akses ke game PlayStation yang disediakan melalui inisiatif PlayStation Suite. (m iqbal/Seputar Indonesia). read more
2011/02/28
LEMBAGA riset Gartner memprediksi pertumbuhan luar biasa pada kategori komputer tablet pada 2011. Diperkirakan pertumbuhannya melesat hingga 181 persen ke angka 54,8 juta unit dibandingkan tahun lalu sekitar 19,5 juta unit.
Tren popularitas tablet ini sudah dirasakan dampaknya terhadap penjualan PC global yang diprediksi International Data Corporation (IDC) bakal menurun 10-15 persen. Tablet diperkirakan para pengamat akan mencetak sukses seperti saat netbook diperkenalkan pertama kali pada 2007 silam. Asus, yang sempat sukses di segmen netbook, menjadi vendor PC yang ikut merilis tablet. Produk mereka, Eee Slate EP121, mengambil pendekatan berbeda dengan menggamit Windows sebagai sistem operasi. Bukan Android seperti yang digunakan oleh banyak vendor saat ini. Rupanya mereka ingin menghadirkan tablet namun tetap mengusung fitur notebook.
Asus Eee Slate EP121 menggunakan Windows 7 Home Premium, sistem operasi yang sama dengan notebook atau desktop PC. Keunggulannya, OS ini sangat lekat dengan produktivitas. Sebaliknya, Windows 7 tidak memberikan 'sensasi tablet' karena memang menu dan desainnya tidak secara spesifik untuk memaksimalkan pengalaman sentuh. Karena itu, pengguna diberi pilihan opsi input di layar kapasitifnya.Selain sapuan jari, juga lewat digitizer penWACOM sebagai stylus.Dengan teknologi 'pen and ink' ini, pengguna seolah-olah menulis di atas tablet tak ubahnya di kertas.Bahkan, hasil tulisan bisa dikonversi menjadi dokumen teks yang dapat diedit.Hal itu berguna pula untuk melakukan tanda tangan dokumen digital bagi pebisnis.
Opsi input lainnya adalah menggunakan full-size keyboard Bluetooth yang ideal saat mengetik cepat. Untuk prosesor, Eee Slate EP121 terbilang unggul. Prosesor Intel Core i5 sudah setara dengan notebook standar. Kombinasi dengan pilihan RAM 2 GB atau 4 GB menjadikan tablet ini dapat melakukan berbagai fungsi berat. Mulai aplikasi editing seperti Adobe Photoshop, hingga game yang menuntut grafis tinggi. Namun, kinerja yang berat ini membuat Eee Slate EP121 jadi boros dalam mengonsumsi baterai. Daya tahannya 4,5 jam atau setara dengan laptop biasa. Bandingkan dengan baterai Samsung Galaxy Tab yang bisa 6 jam atau Apple iPad yang bertahan 10 jam.
Beberapa fitur lainnya, yakni 802.11n Wi-Fi, Bluetooth 3.0 untuk transfer data lebih cepat, USB 2.0, koneksi HDMI, dan layar HD 12.1 inci LED Backlight WXGA. Ya, dibandingkan tablet yang umumnya 9 inci atau di bawah 7 inci, 12,1 inci terbilang besar, seperti sedang membawa netbook biasa. Namun, memang pengalaman ini yang memang ingin dihadirkan Asus. Pengguna, misalnya, dapat menonton film HD lebih nyaman, menikmati slideshow foto lebih asyik, begitu juga dalam pengalaman bekerja. Apalagi resolusi layarnya 1.280 x 800 pixel. Layar tersebut sudah dibekali pula dengan teknologi Advanced Fringe Field Switching (AFSS) untuk kecerahan tinggi, warna lebih tajam dengan IPS (In Plane Switching), juga sudut pandang hingga 178 derajat yang sangat lebar.
"PC yang unik ini menyediakan kombinasi hebat antara produktivitas, hiburan, dan social networking yang kami percayai mampu untuk memberikan solusi komputasi hebat," kata Steve Guggenheimer, Corporate Vice President untuk OEM Division di Microsoft Corporation. read more
Tren popularitas tablet ini sudah dirasakan dampaknya terhadap penjualan PC global yang diprediksi International Data Corporation (IDC) bakal menurun 10-15 persen. Tablet diperkirakan para pengamat akan mencetak sukses seperti saat netbook diperkenalkan pertama kali pada 2007 silam. Asus, yang sempat sukses di segmen netbook, menjadi vendor PC yang ikut merilis tablet. Produk mereka, Eee Slate EP121, mengambil pendekatan berbeda dengan menggamit Windows sebagai sistem operasi. Bukan Android seperti yang digunakan oleh banyak vendor saat ini. Rupanya mereka ingin menghadirkan tablet namun tetap mengusung fitur notebook.
Asus Eee Slate EP121 menggunakan Windows 7 Home Premium, sistem operasi yang sama dengan notebook atau desktop PC. Keunggulannya, OS ini sangat lekat dengan produktivitas. Sebaliknya, Windows 7 tidak memberikan 'sensasi tablet' karena memang menu dan desainnya tidak secara spesifik untuk memaksimalkan pengalaman sentuh. Karena itu, pengguna diberi pilihan opsi input di layar kapasitifnya.Selain sapuan jari, juga lewat digitizer penWACOM sebagai stylus.Dengan teknologi 'pen and ink' ini, pengguna seolah-olah menulis di atas tablet tak ubahnya di kertas.Bahkan, hasil tulisan bisa dikonversi menjadi dokumen teks yang dapat diedit.Hal itu berguna pula untuk melakukan tanda tangan dokumen digital bagi pebisnis.
Opsi input lainnya adalah menggunakan full-size keyboard Bluetooth yang ideal saat mengetik cepat. Untuk prosesor, Eee Slate EP121 terbilang unggul. Prosesor Intel Core i5 sudah setara dengan notebook standar. Kombinasi dengan pilihan RAM 2 GB atau 4 GB menjadikan tablet ini dapat melakukan berbagai fungsi berat. Mulai aplikasi editing seperti Adobe Photoshop, hingga game yang menuntut grafis tinggi. Namun, kinerja yang berat ini membuat Eee Slate EP121 jadi boros dalam mengonsumsi baterai. Daya tahannya 4,5 jam atau setara dengan laptop biasa. Bandingkan dengan baterai Samsung Galaxy Tab yang bisa 6 jam atau Apple iPad yang bertahan 10 jam.
Beberapa fitur lainnya, yakni 802.11n Wi-Fi, Bluetooth 3.0 untuk transfer data lebih cepat, USB 2.0, koneksi HDMI, dan layar HD 12.1 inci LED Backlight WXGA. Ya, dibandingkan tablet yang umumnya 9 inci atau di bawah 7 inci, 12,1 inci terbilang besar, seperti sedang membawa netbook biasa. Namun, memang pengalaman ini yang memang ingin dihadirkan Asus. Pengguna, misalnya, dapat menonton film HD lebih nyaman, menikmati slideshow foto lebih asyik, begitu juga dalam pengalaman bekerja. Apalagi resolusi layarnya 1.280 x 800 pixel. Layar tersebut sudah dibekali pula dengan teknologi Advanced Fringe Field Switching (AFSS) untuk kecerahan tinggi, warna lebih tajam dengan IPS (In Plane Switching), juga sudut pandang hingga 178 derajat yang sangat lebar.
"PC yang unik ini menyediakan kombinasi hebat antara produktivitas, hiburan, dan social networking yang kami percayai mampu untuk memberikan solusi komputasi hebat," kata Steve Guggenheimer, Corporate Vice President untuk OEM Division di Microsoft Corporation. read more
JAKARTA - EG Memory, brand terkemuka produk IT dari Hongkong, meluncurkan untuk pasar Indonesia, PC tablet perdananya, yakni EG Touch.
Mengaku berbeda dengan kebanyakan tablet PC lain yang sudah diluncurkan terlebih dahulu di Indonesia, EG Touch menawarkan tablet yang handal, namun tetap mudah difungsikan oleh penggunanya.
”EG Touch hadir sebagai tablet pc dengan ukuran minimalis namun responsif dilengkapi fitur-fitur canggih yang mampu memaksimalkan kinerja Anda,” ujar Sylvia Lionggosari, Direktur Datascrip, selaku distributor EG Touch untuk Indonesia, di Jakarta, Kamis (24/2/2011).
EG Touch menggunakan OS Android 2.1 (Éclair) yang bisa di-upgrade, ditunjang oleh prosesor Rockchip 2818 1Ghz dengan RAM 256MB yang memungkinkan pengguna untuk mengendalikan file, direktori, device nodes dan symbolic link dalam file system secara praktis. Pengguna juga dapat menggunakan mouse pada tablet EG Touch.
Kapasitas Storage Memory 8 GB dan Micro SD support sampai dengan 32 GB memungkinkan pengguna memasukkan banyak file tanpa takut kehabisan memori penyimpanan. Layar selebar 7 inci di tablet EG Touch menggunakan kapasitif TFT, yang memastikan perangkat ini sangat responsif menjawab stimulus dari jemari pengguna.
EG Touch yang berdimensi 19 x 115 x 14.5mm ini juga memiliki fitur Built-in WIFI dan WIFE 80.11 untuk penjelajahan internet / Google Browser. Selain itu, EG Touch juga memiliki aplikasi ApkInstaller yang berguna untuk untuk menginstall aplikasi–aplikasi di Android (file APK) dengan mudah.
Paket pembelian tablet EG Touch juga sudah termasuk konektivitas selular data HSDPA 3G dan USB Modem.
Tablet PC dari EG Memory ini juga memiliki berbagai sarana hiburan, yakni deretan aplikasi games dan Fitur Mobile TV serta video/audio player yang berkualitas.
Pengguna juga bisa merekam suara dan memutarnya kembali melalui fitur Voice Recording yang dilengkapi Built-in MIC Recorder. Penggunaan instant messenger, mulai dari YM!, GTalk, HiMSN hingga video chat Skype juga ditampilkan secara maksimal di tablet PC ini.
EG Touch yang memiliki berat 0,43kg ini dijual dengan harga Rp3.200.000. read more
Mengaku berbeda dengan kebanyakan tablet PC lain yang sudah diluncurkan terlebih dahulu di Indonesia, EG Touch menawarkan tablet yang handal, namun tetap mudah difungsikan oleh penggunanya.
”EG Touch hadir sebagai tablet pc dengan ukuran minimalis namun responsif dilengkapi fitur-fitur canggih yang mampu memaksimalkan kinerja Anda,” ujar Sylvia Lionggosari, Direktur Datascrip, selaku distributor EG Touch untuk Indonesia, di Jakarta, Kamis (24/2/2011).
EG Touch menggunakan OS Android 2.1 (Éclair) yang bisa di-upgrade, ditunjang oleh prosesor Rockchip 2818 1Ghz dengan RAM 256MB yang memungkinkan pengguna untuk mengendalikan file, direktori, device nodes dan symbolic link dalam file system secara praktis. Pengguna juga dapat menggunakan mouse pada tablet EG Touch.
Kapasitas Storage Memory 8 GB dan Micro SD support sampai dengan 32 GB memungkinkan pengguna memasukkan banyak file tanpa takut kehabisan memori penyimpanan. Layar selebar 7 inci di tablet EG Touch menggunakan kapasitif TFT, yang memastikan perangkat ini sangat responsif menjawab stimulus dari jemari pengguna.
EG Touch yang berdimensi 19 x 115 x 14.5mm ini juga memiliki fitur Built-in WIFI dan WIFE 80.11 untuk penjelajahan internet / Google Browser. Selain itu, EG Touch juga memiliki aplikasi ApkInstaller yang berguna untuk untuk menginstall aplikasi–aplikasi di Android (file APK) dengan mudah.
Paket pembelian tablet EG Touch juga sudah termasuk konektivitas selular data HSDPA 3G dan USB Modem.
Tablet PC dari EG Memory ini juga memiliki berbagai sarana hiburan, yakni deretan aplikasi games dan Fitur Mobile TV serta video/audio player yang berkualitas.
Pengguna juga bisa merekam suara dan memutarnya kembali melalui fitur Voice Recording yang dilengkapi Built-in MIC Recorder. Penggunaan instant messenger, mulai dari YM!, GTalk, HiMSN hingga video chat Skype juga ditampilkan secara maksimal di tablet PC ini.
EG Touch yang memiliki berat 0,43kg ini dijual dengan harga Rp3.200.000. read more
2011/02/27
ESPOO - Nokia berharap bahwa kemitraan dengan Microsoft dalam bisnis sistem operasi akan membantu perusahaan itu kembali ke jalur yang tepat dalam pasar smartphone yang semakin tertinggal oleh Nokia. Pertanyaanya adalah mampukah Microsoft selamatkan Nokia?
Jika melihat dari sistem operasinya, jelas Windows Phone 7 belum terlalu bagus sebagai penantang terbaik baik bagi Android atau iOS. Ini jelas meragukan akan mampu menempatkan Nokia di garis depan perang mobile.
Memang, sebagai analis senior ABI Research Michael Morgan mencatat, keputusan CEO Nokia Stephen Elop untuk pergi dari majikan lamanya, Symbian, merupakan keputusan yang paling "masuk akal" saat ini.
"Namun, keputusan untuk mengikat sebuah sistem operasi lengkap dengan sebuah perusahaan desain handset yang 'sakit' adalah proposisi sangat berisiko," sebut Morgan, seperti dikutip TG Daily, Sabtu (12/2/2011).
"Ya, Microsoft dan Nokia membutuhkan partner yang kuat untuk mendorong upaya unit mobile mereka maju Meskipun aliansi ini tidak mungkin optimal untuk salah satu pihak, ketika berjuang untuk bertahan hidup itu selalu baik untuk memiliki pasangan," katanya.
Sementara itu, VP ABI Research Kevin Burden meramalkan bahwa perubahan besar yang dibuat di Nokia akan segera dilaksanakan. Menurutnya cukup dua tahun untuk menjadi dua raksasa teknologi itu mencoba untuk menggabung ekosistem layanan mobile mereka dan roadmap pengembangan produk.
"Dengan Nokia mengambil alih Windows Phone 7, OEM lain yang awalnya mendukung Window Telepon 7 mungkin memikirkan kembali komitmen mereka," katanya read more
Jika melihat dari sistem operasinya, jelas Windows Phone 7 belum terlalu bagus sebagai penantang terbaik baik bagi Android atau iOS. Ini jelas meragukan akan mampu menempatkan Nokia di garis depan perang mobile.
Memang, sebagai analis senior ABI Research Michael Morgan mencatat, keputusan CEO Nokia Stephen Elop untuk pergi dari majikan lamanya, Symbian, merupakan keputusan yang paling "masuk akal" saat ini.
"Namun, keputusan untuk mengikat sebuah sistem operasi lengkap dengan sebuah perusahaan desain handset yang 'sakit' adalah proposisi sangat berisiko," sebut Morgan, seperti dikutip TG Daily, Sabtu (12/2/2011).
"Ya, Microsoft dan Nokia membutuhkan partner yang kuat untuk mendorong upaya unit mobile mereka maju Meskipun aliansi ini tidak mungkin optimal untuk salah satu pihak, ketika berjuang untuk bertahan hidup itu selalu baik untuk memiliki pasangan," katanya.
Sementara itu, VP ABI Research Kevin Burden meramalkan bahwa perubahan besar yang dibuat di Nokia akan segera dilaksanakan. Menurutnya cukup dua tahun untuk menjadi dua raksasa teknologi itu mencoba untuk menggabung ekosistem layanan mobile mereka dan roadmap pengembangan produk.
"Dengan Nokia mengambil alih Windows Phone 7, OEM lain yang awalnya mendukung Window Telepon 7 mungkin memikirkan kembali komitmen mereka," katanya read more
Langganan:
Postingan (Atom)





