Featured Posts

1 2 3

2012/05/07

Citrix, Bikin PlayBook Jadi Pengganti Desktop

Reserach In Motion (RIM) kembali memanjakan para pengguna BalckBerry Playbook dengan sejumlah kemampuan baru. Kali ini, mereka membuat para pengguna PlayBook bisa memanfaatkan tablet miliknya untuk mengerjakan tugas kantor.

Bagaimana caranya? cukup dengan mengunduh aplikasi Citrix Receiver, pemilik PlayBook akan bisa memakai tablet tersebut layaknya sebuah komputer desktop.

Inilah yang terungkap di Solution Showcase yang digelar berbarengan dengan konfrensi BlackBerry World di Marriot Hotel, Orlando, Florida. Melalui aplikasi ini, para pengguna Playbook bisa menjalankan aplikasi-aplikasi Microsoft layaknya menggunakan desktop. Tidak hanya itu, tampilan di televisi pun dibuat semirip komputer aslinya.

Bila perlu, pengguna juga bisa memasangkan tetikus atau mouse pada tabletnya. Layanan email, pesan singkat, dan jelajah internet pun dipastikan dapat berfungsi dengan baik. Para pengguna tidak perlu repot karena sudah ada keyboard dan mouse yang khusus diproduksi BlackBerry.

Masing-masing perangkat itu memiliki Bluetooth. Menggunakan perangkat tersebut pekerjaan kantor dapat selesai di manapun berada. 

“Ini merupakan ‘desktop’ ramah lingkungan dan praktis yang bisa digunakan oleh siapa pun,” tutur penjaga stand di Solution Showcase, Rabu waktu setempat.

Tidak hanya itu, pengguna tidak akan sulit untuk menemukan program ini. Pasalnya, program tersebut sudah tersedia di BlackBerry App World. Jadi cukup mengunduhnya, lalu desktop ala Blackberry Playbook bisa dinikmati  Sumber
read more

Nokia Bantah Bikin Tablet Windows 8

Juru bicara Nokia Keith Nowak, mengklarifikasi pernyataan Chairman Nokia Jorma Ollila, pada pekan lalu mengenai rencana perusahaan tersebut membuat tablet. Nowak menyangkal Nokia sedang merencanakan perangkat tablet Windows 8.

Ollila saat itu menyatakan, Nokia menilai penting tablet di industri saat ini. Tidak hanya itu, Ollila juga mengklaim perusahaan asal Finlandia tersebut akan merilis perangkat Wondows 8 hibrida.

Meskipun istilah hibrida tidak dijelaskan saat itu, kemungkinan besar tersirat bahwa handset itu akan seperti Galaxy Note. “Apa yang Ollila katakan telah sedikit disalahartikan. Seperti yang kita telah katakan, kami menonton tapi tidak membuat pengumuman tentang produk tablet,” ujar Nowak, seperti dilansir dari IT Proportal, Senin (7/5/2012).

Tablet Nokia bukan kali ini saja beredar. Sejak tahun lalu, rumor tentang tablet Nokia telah beredar di kalangan teknisi, ketika bos Nokia Prancis mengkonfirmasi bahwa perusahaan tersebut memang akan meluncurkan tablet Windows 8.

Sementara itu, pekan lalu Ollila juga mengakui Nokia memang terlalu lambat pada awal revolusi smartphone ketika ponsel mulai menjadi penghubung ke internet dan membutuhkan adanya platform perangkat lunak. Sumber
read more

2012/05/06

Ini Bedanya Galaxy S III Dibanding Galaxy S Lama

Keluarga Galaxy S bisa disebut sebagai seri smartphone Android yang paling diunggulkan Samsung. Vendor asal Korea Selatan akan terus melanjutkan sukses Galaxy S yang hingga kini telah sampai pada generasi ketiga.

Pada Kamis (3/5/2012) malam, di London, Inggris, Samsung secara resmi meluncurkan generasi termutakhir dari keluarga Galaxy S, yaitu Galaxy S III.

Menelisik spesifikasi hardware yang disematkan pada jajaran Galaxy S, Samsung selalu membekali hardware yang berkualitas dan berkecepatan tinggi. 

Berikut ini adalah spesifikasi hardware Samsung Galaxy S dari generasi pertama hingga ketiga.
read more

Google Pilih Samsung Bikin Nexus "Jelly Bean"?

Google mempunyai tradisi merilis smartphone dengan nama Nexus setiap kali merilis Android versi terbaru. 

Google selalu menggandeng vendor ponsel untuk memproduksi Nexus. Biasanya, Nexus selalu menjadi rebutan vendor ponsel, seperti Samsung, HTC, dan Motorola.

Seperti dikabarkan oleh Digitimes, Google mengindikasikan memilih Samsung sebagai produsen perangkat Nexus generasi keempat yang akan mengusung Android 5.0 dengan nama kode Jelly Bean.

"Sejak Samsung telah menjadi vendor smartphone Android terkemuka, Google akan melanjutkan kerjasama dengan Samsung dalam mengembangkan smartphone Nexus generasi keempat," menurut sumber tersebut.

Dengan kemungkinan Samsung kmbali terpilih sebagai vendor yang memproduksi seri Nexus, maka akan meningkatkan Samsung sebagai perusahaan yang fokus pada platform Android.

Sebenarnya, vendor LG dan HTC juga ikut dalam penawaran menjadi produsen seri Nexus selanjutnya ini. Namun bila kabar ini benar, Google telah memilih Samsung dan menjadi pemenang dalam kontrak tersebut. 

Samsung sudah tiga kali dalam memproduksi smartphone Nexus tersebut. Untuk Nexus generasi selanjutnya, Samsung sepertinya akan dipilih kembali oleh Google. 

Nexus model pertama, Google menggandeng HTC untuk memproduksi HTC Nexus One. Perangkat ini masih mengimplementasi Android 2.2 atau Froyo untuk kali pertama.

Model kedua, Google menggandeng Samsung untuk memproduksi Samsung Nexus S, yang merupakan contoh implementasi Android 2.3 atau Gingerbread. 

Model ketiga, Samsung kembali memenangkan proyek untuk memproduksi Galaxy Nexus. 

Bentuk Samsung Galaxy Nexus mirip dengan Nexus S dengan layar yang melengkung sehingga lebih luwes saat di genggaman tangan mengikuti lekuk tubuh manusia. Meski mirip dengan pendahulunya, form factor Galaxy Nexus sedikit lebih tipis (8,94 mm) dan sedikit lebih berat (135 gram). 

Rencananya, Google akan merilis Nexus generasi keempat ini pada kuartal IV-2012. 

Dengan jadwal perilisan di akhir tahun, tentunya tidak akan mengganggu jadwal perilisan smartphone dari Samsung, khususnya smartphone Samsung Galaxy S III yang rencananya akan dirilis awal Mei 2012 ini. Sumber
read more

Pengguna Android Terus Meningkat

Perangkat Samsung dan platform Google Android mengalami peningkatan pengguna dalam tiga bulan terakhir (Desember 2011 hingga Maret 2012). 

Temuan ini merupakan hasil penelitian dari ComScore Mobilens yang diumumkan pada Selasa (3/4/2012). Riset dilakukan terhadap 234 juta pengguna ponsel berusia di atas 13 tahun di Amerika Serikat. 

Hasilnya, pengguna platform Google Android meningkat dari 47,3 persen menjadi 51 persen. Sedangkan platform Apple naik dari 29,6 persen menjadi 30,7 persen. 

Presentase selengkapnya dari jumlah pengguna platform Google, Apple, RIM, Microsoft, dan Symbian di AS, bisa dilihat dalam gambar berikut :
Sedangkan untuk kategori perangkat ponsel favorit, Samsung menduduki posisi nomor satu. Jumlah pengguna Samsung meningkat dari 25,3 persen menjadi 26 persen. Meski hanya mengalami peningkatan 0,7 persen, namun masih lebih baik dibandingkan LG, Motorola, dan HTC yang masing-masing mengalami penurunan 0,7 persen, 0,5 persen, dan 0,2 persen. 

Perangkat Apple masih menjadi favorit pengguna ponsel di AS. Meskipun angkanya hanya setengah dari angka penjualan perangkat Samsung, namun peningkatan pengguna hingga 1,6 persen dalam waktu tiga bulan, menunjukkan Apple bisa bertahan diantara kompetitornya. 

Gambar di bawah ini menunjukkan presentase dari angka penjualan 5 perangkat ponsel di AS 

read more

Sony Alpha NEX-5N, Sedahsyat DSLR

Kamera digital single-lens reflex atau DSLR memang tak bisa disandingkan dengan kamera poket. Selain harganya jauh berbeda, beberapa fitur yang diusung bak langit dan Bumi. DSLR jauh lebih hebat ketimbang kamera poket.

Meski begitu, bukan berarti kamera poket kalah dalam segala hal. Dari segi ukuran dan kepraktisan, misalnya, kamera poket yang menang. Kamera DSLR berukuran besar dan tak praktis, sedangkan kamera poket dengan mudah dibawa ke mana-mana.

Untuk pengambilan gambar, kamera poket cukup simpel, tinggal bidik dan jepret. Sayangnya, untuk merekam gambar dengan kecepatan tinggi kamera poket tak berdaya. Begitu pula dengan kondisi ruangan minim cahaya, kamera poket menyerah.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan akan kamera DSLR dan poket, yakni kamera dengan ukuran sekecil kamera poket tapi dengan fitur sekaya DSLR, kini hadir jenis kamera mirrorless interchangeable lens.Penggunaannya sederhana, tapi hasilnya luar biasa.

Salah satu vendor kamera yang bermain di segmen ini adalah Sony. Bagi Sony, bergelut di segmen kamera mirrorless interchangeable lens bukan hal baru. Sebab, perusahaan asal Jepang ini sudah beberapa kali meluncurkan produk sejenis.

Salah satu produk yang menjadi andalan adalah Sony NEX-5N. Dalam sepekan ini NEX-5N sempat mampir ke kantor Koran Tempo, dan pada rubrik uji coba ini kami ingin melihat lebih jauh kelebihan dan kekurangan kamera seharga sekitar Rp 8 juta ini.

Sony NEX-5N merupakan model keempat dari keluarga NEX. Kamera ini mengusung sensor 16,1 megapiksel dengan Exmor APS HD CMOS, sistem 25 titik otofokus, 49-segment exposure meter, dan layar LCD 3 inci dengan resolusi 921 ribu-dot.

NEX-5N juga menyajikan antarmuka baru di layar sentuhnya dan memiliki rentang ISO yang jauh lebih besar, yakni 100-25.600, baik untuk shuttersecara mekanik maupun elektronik, dan dapat merekam gambar yang bergerak cepat pada 10fps full resolution.

Selain untuk menangkap gambar diam, NEX-5N dapat merekam video dengan definisi tinggi penuh atau Full HD 1920 x1080p dengan kualitas Advanced Video Coding High Definition (AVCHD).

Lensanya bisa dibuka-pasang berkat E-mount system. Yang hebat, kamera seri NEX ini juga bisa menggunakan lensa reguler kamera DSLR Sony Alpha dengan ukuran apa pun, berkat aksesori adapter LA-EA2 yang dijual terpisah.

Di pasar kamera, Sony NEX-5N dengan lensa 18-55mm f/3.5-6.3, atau biasa disebut lensa kit, dijual dengan harga Rp 8 juta. Sedangkan Sony NEX-5N dengan lensa 18-200 mm dijual seharga Rp 12,9 juta.

Mudah Digunakan
Fitur yang terdapat pada Sony NEX-5N sangat mirip dengan pendahulunya, NEX-5. Namun ada juga beberapa perubahan yang dibuat agar penggunaan kamera ini lebih mudah bagi para pemula.

Seperti kamera poket pada umumnya, Sony NEX-5N juga tak dilengkapi dengan view finder. Untuk membidik obyek yang hendak direkam, kita cukup melihat layar LCD sebesar 3 inci.

Sudut pandang layar NEX-5N bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengambil gambar posisi rendah, misalnya, kita tak perlu membungkukkan tubuh. Layar LCD hanya perlu ditekuk ke atas dan kamera siap menjepret.

NEX-5N memang bukan kamera interchangeable lens terkecil di dunia. Namun, dengan bobot sekitar 210 gram dan ketebalan 23,3 milimeter, kamera ini sangat nyaman digenggam dan dimasukkan dalam tas.

Yang menarik, meski tak dilengkapi dengan lampu flash, kamera ini dapat mengambil gambar di ruang minim cahaya dengan hasil yang bagus. Rentang ISO yang lebar dari 100 hingga maksimal 25.600 mampu menghasilkan foto tanpa bintik-bintik (noise).

Saat menjajal, Tempo sangat terkesan akan kemampuan kamera tersebut. Selama ini hanya kamera DSLR yang sanggup mengambil gambar dengan cahaya sangat minim.


Fungsi Tombol
Bagian depan NEX-5N tidak terlalu ramai dengan bermacam tombol. Yang terlihat jelas dari depan adalah tombol pembuka lensa yang mirip dengan kamera DSLR Sony. Sedangkan tombol shutter terdapat di bagian muka sisi miring bodi NEX-5N.

Di bagian sisi atas Sony lebih menonjolkan fungsi tombol ketimbang gaya. Tombol Power, On, dan Off diputar ke kanan dan terkesan kokoh. Sayangnya, dibutuhkan waktu 2-3 detik agar LCD menyala. Ini berbeda dengan kamera DSLR, yang langsung hidup begitu tombol Power ditekan.

Dengan bodi yang tipis dan lensa besar, Sony Alpha NEX-5N memang terlihat sedikit aneh dan tidak semenarik Olympus PEN, misalnya, atau tak sefuturistik Panasonic G. Meski begitu kemampuan merekam gambar dan video merupakan kekuatan NEX-5N ini.

Apalagi sensor 16 megapiksel dan rentang ISO yang cukup lebar membuat kamera ini mampu menghilangkan noise yang biasa dihasilkan kamera poket ketika mengambil gambar pada kondisi minim cahaya.

Selain itu, tersedianya adapter lensa membuat Sony NEX-5N bisa memakai jenis lensa apa pun, termasuk dari pihak ketiga, seperti lensa Nikon. Dengan berbagai kelebihan itu Sony Alpha NEX-5N layak menjadi kamera pendamping Anda dan pengganti kamera DSLR jika dibutuhkan.

SPESIFIKASI

read more

Kalahkan Apple dan Nokia, Samsung Jadi Raja Ponsel Dunia

Untuk pertama kalinya, penjualan ponsel Samsung mengalahkan Nokia. Bahkan vendor asal Korea Selatan tersebut berhasil mengalahkan dominasi Apple dengan iPhone-nya di pasar smartphone.

Seperti dikutip dari BBC, biro riset Strategy Analytics melaporkan penjualan ponsel global hingga akhir kuartal I-2012. Dalam laporan tersebut, penjualan ponsel dari Samsung berhasil mengalahkan penjualan ponsel Nokia dan Apple.

Padahal dominasi penjualan ponsel Nokia tidak terkalahkan sejak 1998 lalu.

Laporan tersebut merilis penjualan ponsel dari Samsung sebesar 93,5 juta unit. Samsung berhasil mendapatkan pangsa pasar 25,4 persen.

Sementara Nokia dalam waktu yang sama hanya berhasil menjual 82,7 juta unit atau mendapat pangsa pasar 22,5 persen. Sedangkan Apple menjual 35,1 juta unit dengan pangsa pasar 9,5 persen. Vendor lainnya 156,7 juta unit (42,6 persen).

"Keberhasilan ini mengharuskan kami untuk terus maju, karena pesaing kami juga terus meningkatkan performa bisnisnya," kata Robert Yi, Head of Investor Relations Samsung.

Begitu juga di pasar ponsel pintar (smartphone). Samsung masih merajai pasar dengan jumlah penjualan smartphone sebesar 44,5 juta unit, disusul Apple 35,1 juta unit dan Nokia 11,9 juta unit.

Atas kesuksesan penjualan tersebut, Samsung memperoleh laba 4,5 miliar dollar AS (Rp 41,3 triliun), naik 81 persen dibanding kuartal I-2011. 

Lee Sei-Cheol, analis dari Meritz Securities menjelaskan kesuksesan Samsung dalam hal penjualan ponsel ini disebabkan karena rentang produk yang dimilikinya sangat lengkap, mulai dari feature phone, smartphone hingga tablet.

Bahkan dalam waktu dekat, Samsung akan merilis Samsung Galaxy S III, jajaran ponsel kelas atasnya. Seri Galaxy ini bahkan bisa melampaui Apple sebagai penjual smartphone terbesar di dunia.

"Pasar smartphone hanya diisi oleh dua pemain, Samsung dan Apple," kata Lee.

Kesuksesan seri Galaxy menjadikan Samsung sebagai salah satu pembuat telepon pintar terbesar di dunia. Sumber
read more
Blogger Template by Clairvo